Jumat, 21 Juni 2019

Bagaimana sih Cara Beli Rumah dengan KPR? Berikut Caranya!

Anda yang sudah bekerja atau berkeluarga, terutama merupakan pasangan baru, biasanya Anda dan pasangan memiliki impian untuk mempunyai tempat tinggal sendiri, tanpa harus kontrak. Jika rumah sendiri, rasanya pasti akan lebih nyaman walaupun rumah tersebut bukanlah rumah yang besar. 


Solusi bagi Anda yang telah merasa memiliki penghasilan yang cukup, anda bisa membeli rumah dengan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Rumah ini bisa menjadi jawaban bagi Anda yang ingin memiliki rumah sendiri. Rumah KPR ini biasanya terletak di perumahan dan ditawarkan oleh developer perumahan yang saat ini sudah banyak untuk ditemui.

Definisi Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah merupakan suatu produk pinjaman atau pembiayaan yang diberikan kepada konsumen yang akan membeli rumah dengan cara pembiayaan yang menggunakan persentase tertentu dari harga rumah tersebut. 

Saat ini, KPR yang ada di Indonesia disediakan oleh pihak perbankan, tetapi ada juga perusahaan leasing yang menyediakan pembiayaan dari lembaga untuk pembiayaan perumahan. Dalam memutuskan untuk memberikan pembiayaan KPR kepada pembeli, bank akan melihat sejarah dari kredit yang pernah dilakukan atau yang sedang dilakukan oleh para calon kreditor. 

Jika Anda sudah pernah melunasi atau mengajukan cicilan kartu kredit, kredit motor, kredit mobil, dan sebagainya dengan syarat selama ini Anda membayar cicilan dengan baik, bank akan memberikan pinjaman KPR untuk Anda dengan jumlah yang lebih besar dan cara yang mudah.

Perbedaan KPR Subsidi dengan KPR Non Subsidi

Seperti yang sudah banyak diketahui, jenis KPR ini dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu, KPR subsidi dan KPR non subsidi. Kedua kategori ini memiliki definisi dan syarat yang berbeda. KPR subsidi ditujukan untuk masyarakat yang memiliki penghasilan menengah hingga ke bawah yang dapat dilihat dari bukti penghasilan pemohon kredit. Kredit yang diberikan akan ada jumlah batas maksimumnya.

Persyaratan dan ketentuan untuk mendapatkan KPR subsidi ni ditetapkan oleh Pemerintah, pemohon kredit bisa memilih antara subsidi untuk penambahan dana untuk pembangunan atau perbaikan rumah atau memilih untuk diringankan kredit.

Sementara itu, KPR non subsidi ditujukan untuk seluruh golongan masyarakat. Persyaratan dan ketentuan pembiayaan KPR dibuat oleh pihak bank yang bersangkutan, bank akan menentukan suku bunga pinjaman dan besar jumlah kredit. Di dalam KPR non subsidi ini juga terdapat KPA atau Kredit Pemilikan Apartemen.

Cara Memilih KPR yang Tepat Untuk Anda

1. Mencari Info Mengenai Bank dan Produk KPR yang Ditawarkan

Di Indonesia terdapat banyak lembaga perbankan yang menyediakan KPR yang bisa Anda pilih, mulai dai bank swasta, bank BUMN, hingga bank asing. Hal penting yang harus Anda persiapkan dalam memilih bank dan produk KPR adalah mencari informasi selengkap-lengkapnya mengenai kelebihan dan kekurangan penawaran KPR dari berbagai bank. 

Caranya, Anda bisa mengunjungi bank-bank tersebut dan menanyai mengenai KPR yang ditawarkan oleh bank yang Anda datangi. Jangan lupa untuk bertanya kepada kenalan yang sebelumnya sudah mengambil KPR, bagaimana testimoni dan ajak kenalan Anda untuk berdiskusi mengenai KPR. Cari tahu mengenai proses KPR, cara pengajuan KPR, dan hal mengenai KPR lainnya yang penting untuk Anda ketahui.

2. Mempelajari Jenis dan Perhitungan Bunga

Banyak orang yang belum mengetahui mengenai cara perhitungan bunga dan jenis bunga bank. Terdapat tiga metode yang digunakan bank untuk menghitung bunga yaitu bunga tetap, efektif, dan anuitas. Umumnya, bank memakai metode perhitungan bunga dengan anuitas, hal ini dilakukan supaya tidak menyulitkan nasabah. Artinya, cicilan yang harus dibayar adalah tetap untuk setiap periode pembayaran. 

Jenis bunga bank yang ada adalah bunga tetap atau fix rate dan bunga mengambang atau floating rate. Arti dari bunga mengambang adalah bank akan mengikuti pergerakan suku bunga yang terjadi di pasaran dan suku bunga ini ditetapkan oleh Bank Indonesia. Biasanya penawaran KPR ini menggunakan campuran antara bunga tetap dan bunga mengambang. Untuk KPR Syariah, jenis bunga yang biasanya digunakan adalah jenis bunga flat, karena Bank Syariah memiliki sifat bukan riba tetapi bagi hasil.

3. Menghitung dan Melakukan Simulasi Cicilan KPR

Cara ini biasanya adalah cara yang sering kali dilupakan oleh calon pembeli KPR. Biasanya para  nasabah atau pembeli hanya mengetahui angka bunga, namun tidak menghitung jumlah cicilan sebenarnya yang perlu Anda bayarkan. 

Anda harus memastikanlagi mengenai jumlah uang dan meminta simulasi hitung kpr. Jangan sampai Anda terbuai dengan angka bunga berapa persen, tapi Anda harus jelas mengetahui berapa rupiah jumlah uang yang perlu Anda bayarkan sampai kredit selesai.

4. Bertanya Saat Tidak Mengerti

Sebagai orang yang ingin mengambil KPR, Anda perlu menjadi seorang calon pembeli yang kritis sebelum memutuskan pilihan. Jangan sampai Anda menyesal dan mengeluh saat Anda merasa kesulitan untuk bayar cicilan dan terjadi masalah setelahnya. Anda harus selalu bertanya kepada pihak yang akan memberikan pembiayaan KPR mengenai segala hal tentang KPR. 


EmoticonEmoticon